Kisah Inspiratif: Be Thankful
Jumat, 05/05/2017 - 08:52 WIB
images-artikel/kecil/thankful-thanksgiving-2014.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Alkisah pada suatu pagi yang cerah, dua orang teman lama bertemu setelah sekian lamanya berpisah. Sebutlah, Andi dan Beni. Yang satu tampak sangat bahagia, yang satunya lagi tampak murung dan bahkan mukanya tampak hampir menangis.


Andi langsung bertanya, “Apa yang terjadi denganmu, Beni?”


Teman yang bersedih itu sambil menarik napas panjang berkata, 


“Baiklah aku ceritakan padamu apa yang terjadi. Tiga minggu yang lalu, pamanku meninggal dan mewariskan 400 juta rupiah pada saya.”


Andi terkejut. "Oh, aku turut berduka. Tapi itu uang warisan yang sangat banyak.”


Beni melanjutkan dengan raut muka murung. "Dua minggu yang lalu, salah seorang sepupuku yang bahkan aku tidak kenal dengan baik, meninggal dunia. Dan ia meninggalkan warisan padaku sebanyak 800 juta rupiah.”


Mendengar itu, Andi lantas berkata, "Oh, menurutku kamu sungguh beruntung dengan hal-hal baik yang datang pada dirimu...”


“Kamu tidak mengerti. Minggu lalu, adik nenek saya meninggal. Ia mewariskan 2.5 Miliar kepada saya.”


Andi pun bingung. "Jadi, kenapa kamu kok minggu ini sedih banget mukanya? Bukannya seharusnya berbahagia?”


Sambil terisak Beni pun menjawab, “Minggu ini kamu tahu apa yang terjadi? Tidak ada kejadian seperti minggu-minggu sebelumnya…”


Sobat souja 


Inilah problemanya jika seseorang menerima sesuatu secara rutin. Seperti menerima hadiah secara rutin. Kita cenderung kurang menghargai hadiah tersebut dari hari ke hari. Bahkan kita menganggap itu adalah sebuah keharusan dan jika hadiah itu dihentikan, kita menjadi marah dan kecewa. Hal yang sama yang terjadi pada diri kita. Setiap hari kita menerima berkat Tuhan yang tidak terhingga. Kita mempunyai rumah untuk kita tinggali, punya makanan untuk dimakan, udara untuk dihirup, air untuk diminum. 


Apa yang terjadi jika salah satu hal tersebut tiba-tiba hilang (bahkan untuk waktu yang singkat)? Kita pasti kecewa. Bahkan ketika hubungan internet putus saja, kita sudah merasa kesal dan kecewa. Maka, kita perlu mengingat semua hal yang patut kita syukuri dalam hidup ini. Bersyukur itu bukan hanya pada saat keadaan kita baik, bersyukur itu harus dilakukan di setiap waktu dalam kehidupan kita.


Sumber: andriewongso.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 03/11/2014 - 09:24 WIB
Selasa, 04/11/2014 - 18:10 WIB
Jumat, 21/11/2014 - 10:12 WIB
Jumat, 07/11/2014 - 17:00 WIB
Sabtu, 01/11/2014 - 10:01 WIB
Kamis, 20/11/2014 - 09:51 WIB