Mengapa Atasanmu Lambat Mengambil Keputusan?
Sabtu, 08/07/2017 - 10:56 WIB
 
 
Jakarta -

Seorang atasan membutuhkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Namun, terlalu lama dalam mengambil keputusan tentunya akan menghilangkan peluang emas. Apakah Sobat pernah menyampaikan usulan kepada atasan mengenai peluang masa depan perusahaan dan menunggu waktu cukup lama untuk usulan tersebut disetujui? Kalau jawabannya iya, maka Sobat tidak seorang diri mengalaminya karena hal yang dimaksud sudah menjadi fenomena. 


Salah satu kekurangan dari seorang atasan adalah terlalu banyak pertimbangan dan berhati-hati. Artinya, ia terlalu berlebihan dalam menimbang keputusan hingga begitu khawatir akan membuat keputusan yang salah. Dengan terus menunggu lebih lama dan manajer meminta lebih banyak masukan, membuat sebuah keputusan menjadi terlambat dan peluang pun hilang.


Dikutip dari Dream.co.id, David Dotlich dan Peter Kairo dalam buku mereka, Why CEOs Fail, sikap berhati-hati dapat menguntungkan apabila punya sikap bijaksana atau teliti. Akan tetapi mereka yang terlalu berhati-hati sering gagal atau menurut Dotlich dan Kairo, mereka yang ragu-ragu akan kalah. Kelompok atasan seperti ini tidak dapat bertindak tegas pada saat-saat penting. Mereka terobsesi tentang sesuatu yang mungkin salah.


Menurut Dotlich dan Kairo para atasan yang terlalu berhati-hati ini takut gagal daripada ingin sukses. Ini sama seperti bermain tenis secara konservatif agar Sobat tidak terlihat buruk; daripada bermain agresif sehingga Sobat bisa menang. Apa konsekuensi dari ketidakmampuan manajer untuk bertindak tegas dan menjadi terlalu berhati-hati? Perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk tumbuh. Bawahan atau rekan-rekan sesama manajer mungkin akan benar-benar memilih hengkang dari perusahaan.


Mereka mungkin frustrasi dengan ketidakmampuan atasan dalam mengambil tindakan dan lelah menjadi anak buah. Sebab bos mereka sangat khawatir tentang setiap proyek yang diusulkan sehingga tidak pernah disetujui karena terus meminta pendapat kedua, ketiga dan seterusnya. Menariknya, Dotlich dan Kairo mencatat bahwa kebanyakan atasan yang membuat perubahan besar selalu bertindak lebih cepat. Mereka memiliki lebih banyak keberanian tentang keyakinan mereka.


Apa yang Sobat lakukan kalau mendapati kondisi lingkungan kerja dengan tipe atasan seperti ini? Coba ingatkan atasan akan usulan Sobat yang telah beberapa pekan mengendap dalam keputusan yang mengambang, mungkin mereka lupa atau apabila Sobat sudah tidak tahan dengan sikap atasan seperti itu, katakan terus terang tentunya persiapkan diri dengan konsekuensi yang akan didapat atas sikap tersebut. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-