Posisi tidur Dapat Memengaruhi Cara Kerja Otak
Minggu, 14/05/2017 - 08:03 WIB
images-artikel/kecil/posisi tidur.jpg
Sumber: www.tokoina.com
 
 
Jakarta -

Banyak penelitian yang menjelaskan hubungan antara tidur dan kesuksesan karir, mulai dari posisi, durasi atau kondisi saat tidur.


Namun, sebuah studi yang dilakukan Stony Brook University, New York, Amerika Serikat, menemukan keterkaitan antara posisi tidur, tingkat kecerdasan dan cara kerja otak.


Dilansir laman Metro.co.uk, penelitian yang diterbitkan di Journal of Neuroscience itu menemukan bahwa posisi tidur miring seperti janin, adalah yang paling baik bagi kesehatan otak.


Posisi tersebut membuat otak lebih mudah membuang produk limbah sisa metabolisme keluar tubuh, sehingga mengurangi risiko penyakit syaraf, layaknya alzheimer, di usia tua.


Memang, tidak semua orang bisa mempertahankan posisi tidur yang sama sepanjang malam. Tidak jarang, orang terus berubah-ubah posisi sepanjang malam, selama tidur. Namun, jika Sobat tidur miring sejak awal, dengan tulang leher dan punggung tersangga dengan baik, bisa dipastikan Anda akan tidur nyenyak.


Disamping itu, posisi serupa juga akan menjaga kesehatan otak.


Dr Helene Benveniste dan timnya menemukan, saat manusia tertidur dalam posisi miring, cairan otak tertentu yang disebut cairan serebrospinal akan tersaring keluar dari otak dan digantikan oleh cairan interstitial, yang mengeluarkan limbah metabolisme dari otak.


Limbah berupa protein tersebut akan berpengaruh negatif jika terus bertumpuk di otak. Maka dari itu supaya karir kita dikantor tidak terganggu. Yuk kita coba dimulai dari posisi tidur yang aman untuk otak. sehingga kestabilan konsentrasi saat bekerja dapat terjaga.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-