Saat Amerika Menjadi Lautan Darah di The Purge: Anarch
Rabu, 10/09/2014 - 13:59 WIB
images-artikel/kecil/The-Purge-Anarchy-Image1.jpg
Sumber: patheos.com
 
 
Jakarta -

Cerita dalam film dibuat dari kisah nyata dan fiksi. Disebut kisah nyata karena diambil dari sebuah catatan sejarah di masa lalu ataupun memoar seorang tokoh yang begitu fenomenal, entah karena prestasinya maupun kejahatannya. Sementara cerita fiksi  adalah rekaan yang bersifat imajinatif, sebagaian besar terdapat dalam film animasi. Lalu, apa jadinya apabila cerita film nampak begitu absurd tapi mengerikan? Itulah yang akan Sobat saksikan di film The Purge: Anarchy


Mengisahkan mengenai upaya pemerintah Amerika Serikat dalam menganggulangi kemiskinan dan ledakan penduduk dengan cara yang tidak lazim. Apa itu? Setiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai The Purge Day, yaitu selama 12 jam warga diperbolehkan membunuh siapa saja yang mereka inginkan dan merampok sesuka hati tanpa takut dijerat oleh pihak yang berwajib dan pengadilan. Masyarakat bebas menentukan siapa yang mereka habisi, kecuali kaum borjuis dan pejabat pemerintahan. 


Pada hari itu, secara kebetulan mobil yang ditumpangi oleh pasangan suami istri, Shane dan Liz tengah mogok padahal jam 'pesta' sudah dimulai. Tidak ingin mati konyol, keduanya pun berusaha keras untuk melarikan diri. Di tempat berbeda, Leo tengah mempersiapkan diri untuk menghabisi nyawa seseorang terkait kematian putra kesayangannya. Namun, di tengah jalan ia malah menyelamatkan nyawa seorang ibu dan anak! Ketiganya lalu bertemu dengan Shane dan Liz dan bersama-sama berjuang untuk survive di tengah keadaan kota yang begitu mencekam. Seketika Amerika berubah menjadi lautan darah dan air mata. 


Film ini menjanjikan sebuah premis yang gila dan brutal. James DeMonaco bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis skenario. Beberapa scene yang sangat 'menghibur' adalah saat masyarakat bergerak secara masif, mencari siapa saja orang yang ditemui lalu dihabisi tanpa ampun! Di sisi lain, pemerintah dan golongan konglomerat malah tertawa puas di atas Negara Brutal yang mereka ciptakan sendiri. Tensi ketegangan berhasil dibangun oleh sang sutradara dengan porsi yang pas sehingga tidak menimbulkan antiklimaks. Sayangnya, film ini tidak tayang di Indonesia lho! Penasaran? Tunggu saja rilis DVDnya!

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Sabtu, 06/12/2014 - 08:05 WIB
Rabu, 24/12/2014 - 08:49 WIB
Senin, 29/12/2014 - 15:32 WIB
Jumat, 26/12/2014 - 17:24 WIB
Senin, 08/12/2014 - 09:34 WIB
Jumat, 19/12/2014 - 09:08 WIB
Kamis, 11/12/2014 - 16:41 WIB
Sabtu, 27/12/2014 - 10:19 WIB
Kamis, 25/12/2014 - 16:28 WIB