Ups, 3 Kebohongan ini diperbolehkan Saat Interview Kerja, lho!
Kamis, 16/11/2017 - 10:16 WIB
images-artikel/kecil/140515_KIDS_Lying.png.CROP.original-original.png
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Berkata bohong memang tidak dianjurkan untuk dilakukan, apalagi saat Sobat Souja tengah berada di tahap rekrutmen pekerjaan. Kebohongan akan menimbulkan stigma negatif dan ketidakpercayaan permanen dari perusahaan. Terlebih ketika mengikuti wawancara kerja, pelamar kerja pun sebenarnya dilarang keras untuk berbohong. Bisa-bisa kamu didepak dari daftar kandidat. Kendati demikian, ada kebohongan yang diperbolehkan lho Sobat! 


Dikutip melalui CheatSheet, berikut ini beberapa kebohongan yang boleh kamu lakukan. Yuk, simak! 


Alasan mencari pekerjaan baru
Tentu saja, Curriculum Vitae akan menjadi rujukan bagi perekrut untuk mengindentifikasi kandidat karyawan. Saat membaca pengalaman pekerjaan, pertanyaan pertama yang akan ditanyakan adalah

"Mengapa Anda mencari pekerjaan baru?" atau
"Apa motivasi Anda melamar di perusahaan ini?

Jika Sobat Souja mendapatkan pertanyaan ini, awali dengan menceritakan kelebihan perusahaan lama lalu kemukakan alasan Sobat yang ingin mencari lingkungan pekerjaan baru dengan tantangan yang baru pula. Kalaupun alasan Sobat sebenarnya karena bermasalah dengan perusahaan yang lama, tahan untuk mengungkapkannya. Hal tersebut tidak etis untuk diungkapkan. 


Pertanyaan tentang masa depan
Tidak jarang, pertanyaan seperti,

"Apa yang terjadi pada diri Anda dalam 5 tahun ke depan? Apa yang Anda lakukan pada saat itu?

Jika mendapatkan pertanyaan ini, tetaplah berpikir positif. Jawablah dengan pertanyaan bahwa Sobat siap untuk mengemban tanggung jawab yang lebih tinggi. Jangan sampai menjawab tidak punya gambaran. Justru jawaban itu memberikan kesan buruk bagi perusahaan.


Bagaimana Keadaaanmu?
Jika ada wawancara kerja dimulai dengan pertanyaan ini, alangkah baiknya jika pelamar kerja menyembunyikan kondisi sebenarnya. Lebih baik pelamar kerja tidak mengeluarkan kekesalannya jika dia berada di dalam situasi yang buruk.

Lalu, apa jawabannya jika mendapatkan pertanyaan ini? Pelamar cukup tersenyum dan berkata, “ Kabar saya baik.”


Cukup simple bukan? 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-