Cara Mudah Kurangi Sampah Saat New Normal

  • Rabu, 17/06/2020 - 08:56 WIB
Sampah tentu menjadi masalah dunia. Sobat Souja tentu setiap hari memproduksi sampah, baik itu plastik, tisu, dan lainnya. Masa pandemi juga membuat orang semakin sering memakai barang sekali pakai. Karena, kalau bisa tidak dipakai oleh orang lain lagi. Hal ini menimbulkan masalah sampah baru, dan beban masalah rumah tangga mengalami peningkatan.

Keberadaan sampah tidak baik untuk lingkungan dan kesehatan. Sobat pun perlu membiasakan untuk mengelola dan mengontrol sampah sebagai bagian penting dalam keseharian. Sobat tentu bisa melakukan dari hal kecil sehingga bisa menekan produksi sampah. Dilansir dari cnnindonesia.com, ada cara yang bisa dilakukan untuk menekan produksi sampah pada new normal ini:

1. Kelola sampah mandiri
ilustrasi kompos
source: koranindonesia.id
 
Selama masa karantina, beban sampah rumah tangga meningkat. Sobat pun perlu bijak untuk membuang sampah. Selain dibuang, sampah bisa dikelola sendiri. Founder & Executive Director Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari menyarankan agar rumah tangga bisa mulai membuat pupuk dengan memanfaatkan sampah dapur yang ada dengan mengomposnya sendiri. Nantinya, pupuk bisa digunakan untuk menanam berbagai bahan pangan yang dibutuhkan.

2. Beralih ke pembalut dan popok yang bisa dipakai ulang (reusable)
ilustrasi menstrualcup dan reusable tampons
source: edmariscarazo.co
 
Pembalut sekali pakai turut menyumbang sampah dalam jumlah besar. Terlebih jika rumah tangga juga memiliki anak kecil dan masih memerlukan popok. Swietenia menyarankan untuk mulai beralih pada popok dan pembalut reusable. Pembalut ini biasanya terbuat dari kain dan bisa dicuci untuk kemudian digunakan kembali. Alternatif lainnya, perempuan juga bisa menggunakan menstrual cup.

3. Membawa kantong belanja sendiri (reusable)
ilustrasi reusable bag
source: kompas.com
 
Kebiasaan ini sebenarnya sudah digalakkan sejak lama. Tetapi, adanya pandemi ini membuat penggunaan kantong belanja reusable mengalami penurunan karena banyaknya orang yang berbelanja secara daring. Namun, sobat bisa melakukannya lagi saat new normal. Cara ini bisa membantu mengurangi produksi sampah plastik sekali pakai.

4. Bawa bekal
ilustrasi bekal
source: okeinfo.net
 
New normal membuat pekerja sudah bisa melakukan aktivitas di kantor. Swietenia menyarankan para pekerja untuk menyiapkan bekal sendiri. Selain lebih aman dari penularan, pilihan untuk membawa bekal juga dapat membantu menekan produksi sampah. Selain itu, kalau bisa sobat juga membawa sabun cuci piring dalam kemasan botol kecil, jadi tempat bekal bisa langsung dicuci dan bisa dipakai lagi.

5. Penuhi kebutuhan pangan dari rumah
ilustrasi tanam di rumah
source: bandungkita.id
 
Selama pandemi, banyak kita berbelanja secara daring, bahkan untuk kebutuhan pangan. Hal ini jelas membuat penggunaan plastik sekali pakai pun meningkat. Untuk menguranginya, sobat bisa menyediakan kebutuhan pangan sendiri dari rumah. Sobat bisa mulai menanam bahan pangan sederhana seperti kangkung, bawang, cabai, dan lain-lain. Dengan begitu, kita tak bergantung pada layanan pesan antar yang dapat meningkatkan penggunaan plastik.

6. Pilih sabun cuci tangan yang bisa diisi ulang
ilustrasi sabun cuci
source: kompas.com
 
Cuci tangan dengan sabun dan air bersih atau hand sanitizer menjadi salah satu cara untuk melindungi diri dari penularan covid-19. Sobat bisa menggunakan sabun cuci tangan dalam kemasan yang bisa diisi ulang, bukan sachet yang umumnya sekali pakai.  

Nah, itu dia hal-hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi produksi sampah dari rumah. Selama new normal, bukan alasan untuk tidak mengurangi sampah meski membatasi jarak fisik dengan orang lain. Sobat pun bisa sekaligus berhembat sambil mengurangi sampah, lho. Selamat mencoba!

source: cnnindonesia.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.