Kerap Alami Cegukan? Mungkin ini Penyebabnya!

  • Jumat, 12/02/2021 - 09:54 WIB
Sobat Souja, cegukan merupakan sebuah gangguan yang membuat tak nyaman. Namun demikian, ada beberapa orang yang mengalami cegukan dalam waktu relatif lama ketika ada kontraksi otot diafragma yang berulang dan tidak terkendali. Hal-hal yang dapat memicu cegukan yang sifatnya sementara yaitu minuman bersoda, makanan pedas, alkohol, merokok, stres, dan sebagainya. Daniel Allan, MD, dokter pengobatan keluarga di Cleveland Clinic, menjelaskan penyebab cegukan. Menurutnya, saat diafragma (otot yang terletak di antara paru-paru dan perut) menjadi teriritasi, maka diafragma akan mulai kejang. Kejang ini menyebabkan apa yang dikenal sebagai cegukan. 


Cegukan bisa terjadi jika ada gangguan pada jalur saraf yang mengarah dari otak ke diafragma. Hal itu menjelaskan mengapa kita terkadang mengalami cegukan saat menghadapi situasi emosional atau perubahan suhu. Cegukan juga dapat muncul setelah Sobat menelan terlalu banyak udara, makan terlalu cepat atau terlalu banyak, atau mengalami kegembiraan atau kecemasan. Sementara itu, jika kita mengalami cegukan dalam waktu beberapa hari atau lebih,  segera periksakan diri ke dokter karena bisa jadi cegukan menunjukkan adanya masalah medis yang membutuhkan perhatian. 


Masih menurut Daniel Allan, penyakit tertentu atau bahkan prosedur medis terutama yang melibatkan anestesi, dapat menyebabkan cegukan yang berkepanjangan. Banyak jenis pengobatan yang disebut dapat menyembuhkan cegukan. Namun menurut para ahli, tidak ada yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Hanya saja, terdapat kasus di mana peningkatan karbon dioksida dapat membantu mengatasi cegukan. Menahan napas atau menarik napas ke dalam kantong kertas meningkatkan kadar karbon dioksida di paru-paru dan dapat mengendurkan diafragma, menghentikan kejang dan cegukan. 


Sumber: Kompas


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.