Tips Berpuasa Bagi Para Penderita GERD & Maag

  • Kamis, 22/04/2021 - 10:29 WIB
Sobat Souja, tidak semua orang lancar menjalani ibadah puasa. Salah satunya bagi yang menderita gangguan lambung, seperti maag dan gastroesophageal reflux disease (GERD), kerap bermasalah saat perut kosong. Lantas, bagaimana mereka sebaiknya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan? Maag dan GERD merupakan penyakit pencernaan yang berurusan dengan meningkatnya produksi asam lambung. Pada orang dengan maag, meski mengalami peningkatan, namun asam lambung tetap berada di lambung. 


Berbeda dengan GERD, di mana selain mengalami peningkatan produksi, asam lambung turut naik ke area esofagus atau berbalik arah. Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan gastroenterologi, Ari Fahrial Syam memberikan beberapa tips bagi para penderita maag dan GERD. Apa saja, simak yuk! 


Konsumsi makanan secara bertahap
Banyak orang langsung menuju menu utama nasi beserta lauk pauknya sesaat setelah selesai menyantap menu takjil. Namun, cara seperti ini tak disarankan bagi pengidap maag dan GERD. Sebaiknya konsumsi makanan secara bertahap. Misalnya, berbuka puasa dengan takjil secukupnya. Lantas, makan malam dengan porsi sewajarnya. Dilatasi lambung menimbulkan sensasi penuh dan nyeri perut. Kesempatan puasa, lanjutnya, jadi kesempatan buat mengelola waktu makan agar lebih teratur dan mengendalikan jumlah atau porsi makanan. Harapannya, GERD atau maag bisa lebih terkendali.


Berbuka dengan yang manis
Disarankan berbuka puasa dengan kurma dalam jumlah ganjil seperti ajaran Rasulullah SAW. Hindari berbuka dengan makanan yang terlalu asam, terlalu pedas, berlemak, atau makanan yang banyak mengandung gas.


Hindari makanan berlemak saat sahur
Pangan serba digoreng memang sangat menggoda selera. Penyajiannya pun mudah, terlebih untuk sahur yang waktunya terbatas. Namun, menu serba goreng atau berlemak tidak disarankan untuk mereka yang memiliki GERD dan maag. Konsumsi makanan berlemak bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka serta rasa tidak nyaman. Saran bagi penderita maag dan GERD agar mengonsumsi makanan bertekstur lembut dan tidak berlemak seperti sup dan makanan rebus.


Jangan langsung tidur
Rasa kantuk setelah santap sahur membuat sebagian orang memilih melanjutkan tidur hingga jelang waktu bekerja. Pengidap maag maupun GERD disarankan tidak langsung tidur setelah sahur. Mengapa? Setelah selesai makan, makanan akan bertahan di lambung selama 6-8 jam lalu turun ke usus 12 jari. Jika ingin tidur, Ari menganjurkan untuk memberikan jeda setidaknya dua jam. Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik ke esofagus. Posisi tidur seperti ini membuat asam lambung tidak naik berkat bantuan gaya gravitasi.


Berpuasa saat maag terkendali
Catatan berbeda ia berikan untuk pengidap maag akut. Maag akut adalah kondisi lapisan lambung mengalami peradangan yang timbul secara mendadak. Disarankan, mereka yang mengalami maag akut fokus pada pengobatan terlebih dahulu baru berpuasa.


Sumber: CNN Indonesia


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.