Telah Ditemukan Plester Penyelamat Nyawa Manusia

  • Rabu, 18/11/2015 - 16:21 WIB
 
Plester luka yang berubah warna bila mendeteksi infeksi bakteri dapat mengurangi penggunaan antibiotik, kata ilmuwan di Bath University, Inggris.
 
 

Cara kerjanya, pewarna fluoresens dilepas dari kapsul-kapsul mungil ketika bakteri yang menginfeksi luka mengeluarkan toksin.

 

Infeksi ini bisa melambatkan proses penyembuhan luka, berujung pada perawatan yang lebih lama di rumah sakit dan terkadang bekas luka permanen. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi bisa mengakibatkan kematian.

 

Dengan plester temuan para ilmuwan, proses identifikasi infeksi bakteri bisa berjalan lebih cepat sehingga dokter dapat mengatasinya dengan tangkas, terutama pada anak-anak yang mengalami luka bakar.

   

Anak-anak rentan terhadap infeksi bakteri karena sistem pertahanan tubuh yang belum matang.

 

Bakteri kebal antibiotik

Selama ini sangat sulit mendiagnosa infeksi dengan cepat tanpa membuka plester. Proses ini bisa menyakitkan dan membuka lebih banyak luka. 

 

Karena itu, dokter biasanya memberikan antibiotik untuk pencegahan sebelum keberadaan infeksi dipastikan.

 

Namun, pemberian antibiotik tanpa adanya infeksi dapat membuat bakteri kebal terhadap antibiotik, dan kekebalan ini merupakan masalah kesehatan utama.

 

Dr. Toby Jenkins, ahli kimia biofisik di Bath, mengatakan, "(temuan) ini bisa membantu menyelamatkan nyawa."

 

Tim pengembang mendapatkan dana hampir 1 juta poundsterling (sekira Rp20,8 miliar) oleh Dewan Riset Medis di Inggris untuk menguji respon purwarupa plester terhadap sampel kulit yang diambil dari korban luka bakar.


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.