Salah Satu Menko Presiden Ikut Disebut Dalam Transkrip Percakapan Setya Novanto Dan Freeport

  • Rabu, 18/11/2015 - 14:14 WIB
 

Berkaitan dengan kabar pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang dilaporkan oleh Sudirman Said Menteri ESDM kepada Majelis Kehormatan Dewan, dilansir dari kompas.com 18/11/15, Presiden Joko Widodo telah mendengarkan isi percakapan yang diduga merupakan suara dari terduga Ketua DPR Setya Novanto, Seorang Pengusaha Minyak Reza Chalid, serta Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia.

 

Pada rekaman tersebut tidak hanya Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang disebut-sebut, melainkan disebutkan pula nama “Luhut”, “Ridwan”, dan “Darmo”. Terkait hal tersebut pemerintah belum bisa memberi  kepastian untuk memberikan statemen resmi tentang ketiga nama yang disebut dalam rekaman tersebut terutama “Luhut” yang tidak lain adalah salah satu Menko  dalam cabinet Joko Widodo yang membidangi Politik, Hukum, dan Keamanan yang saat ini masih bepergian  ke luar negeri.

 

Kedapatan menterinya disebut dalam rekaman tersebut, Pramono Anung berpendapat bahwa “urusan nanti presiden memanggil menteri atau tidak dipanggil itu Presiden mempunyai kebijakan”. Dengan hak prerogative Presiden, maka besar kemungkinan Presiden Joko Widodo akan segera meminta penjelasan dari menterinya tersebut.

 

Kabar mengenai adanya politikus yang mencatut Presiden dan Wakil Presiden kepada Freeport telah diketahui sejak lama oleh pemerintah, bahkan Pramono menyebut telah secara langsung mendengar isi rekaman dalam pertemuan tersebut.

 

Disebutkan dalam transkrip rekaman yang telah beredar luas, Presiden dan Wakil Presiden meminta jatah 20% dari saham PT. Freeport Indonesia sebagai bagian dari kesepakatan proyek Freeport di Indonesia. Dengan dasar bukti rekaman tersebutlah Menteri ESDM melaporkan terduga Ketua DPR Setya Novanto ke MKD dan untuk masalah ini Presiden Joko Widodo mempercayakan sepenuhnya kepada MKD agar dapat diselesaikan segera.

 


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.